Rabu, 04 Januari 2017

Perkembangan dan pertumbuhan



Perkembangan dan pertumbuhan

Pertumbuhan menunjukkan perubahan atau penambahan secara kuantitas, yaitu penambahan dalam ukuran besar atau tinggi, sedangkan perkembangan berkenaan dengan meningkatkan kualitas, yaitu peningkatan dan penyempurnaan fungsi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan berkenaan dengan penyempurnaan struktur, sedangkan perkembangan dengan penyempurnaan fungsi.
1.      Pengertian Perkembangan
Dalam teori perkembangan terdapat perbedaan didalam memahami apa yang termasuk dalam perkembangan dan mengenai cara perkembangan berlangsung. Namun, terdapat beberapa prinsip umum yang didukung hampir semua ahli, yaitu sebagai berikut.
a.       Manusia berkembang dalam tingkat yang berbeda.
Dalam kelas anda akan memiliki seluruh bentangan contoh mengenai tingkat perkembangan yang berbeda. Beberapa siswa akan lebih besar, terkoordinasi lebih baik, atau lebih dewasa dibanding dengan yang lain.
b.      Perkembangan relatif runtut
Orang cenderung mengembangkan kemampuan tertentu sebelum kemampuan yang lain.
c.       Perkembanagn berjalan secara gradual.
Sangat jarang perubahan terjadi setiap hari. Jadi, didalam perkembangan manusia membutuhkan waktu, dan perkembangan itu berjalan relatif sangat lambat dan tidak setiap hari berlangsung.
Van den Daele mendefinisikan perkembangan berarti perubahan secara kulitatif.  Sedangkan menurut Santrock Ussen (1992); perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada masa konsepsi dan berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi. Perkembangan juga dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan dalam diri individu atau organisme, baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secra sistematis, proresif, dan berkesinambungan. Yang dimaksud dengan sistematis, progresif, berkesinambungan adalah:
·         Sistematis, artinya perubahan dalam perkembangan saling ketergantungan dan saling memengaruhi
·         Proresif, atrinya perubahan yang bersifat maju, meluas, mendalam, meningkat baik secara kualitatif (fisik) maupun kuantitatif (psikis)
·         Berkesinambungan, artinya perubahan yang terjadi pada setiap individu terjadi secara berurutan.
Jadi, perkembangan adalah perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, dari lahir sampai mati dan tidak dapat diulang kembali. Pada dasarnya, perkembangan merujuk kepada perubahan sistematik tentang fungsi-fungsi fisik dan psikis. Secara umum, perkembangan adalah rangkaian perubahan sepanjang rentang kehidupan yang bersifat progresif, teratur, berkesinambungan, dan akumulatif, yang menyangkut segi kuantitatif dan kualitatif, sebagai hasil interaksi antara maturasi dan proses belajar.
2.      Pengertian Pertumbuhan
Istilan perkembangan secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek psikologis. Sementara itu, menurut chaplin (2000) mengartikan perkembangan sebagai: (1) perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, dari lahir sampai mati; (2) pertumbuhan; (3) perubahan dalam bentuk dan dalam intergrasi dari bagian-bagian jasmaniah kedalam bagian-bagian fungsional; dan (4) kedewasaan atau kemunculan pola-pola tingkah laku yang dipelajari. Dapat disimpulkan bahwa perkembanagan tidaklah terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin besar, melainkan di dalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus-menerus dan bersifat tetap dari fingsi-fungsi  jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju keatap kematangan melalui pertumbuhan, pemasakan, dan belajar.
Aspek-Aspek yang Memengaruhi Pertumbuhan
a.       Anak Sebagai Keseluruhan
Anak sebagai keseluruhan tumbuh oleh kondisi dan interaksi dari setiap aspek kepribadian yang ia miliki. Pertumbuhan anak, baik fisik, intelektual, maupun sosial sangat ditentukan oleh latar belakang keluarganya, latar belakang pribadinya, dan aktivitas sehari-harinya.
b.      Umur Mental Anak Memengaruhi Pertumbuhannya
Umur mental anak memengaruhi kapasitas mentalnya. Kapasitas mental anak menentukan prestasi belajarnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang erat antara prestasi belajar dan pertumbuhan atau tingkah laku kematangan anak.
c.       Permasalahan Tingkah Laku Sering Berhubungan dengan Pola-Pola Pertumbuhan
Anak memiliki energi yang diperoleh dari makanan dan gizi. Energi anak digunakan untuk aktivitas-aktivitas pertumbuhan. Tatkala energi banyak digunakan untuk aktivitas, maka pertumbuhan anak menjadi lambat dan bahkan seolah-olah istirahat.
d.      Penyesuaian Pribadi dan Sosial Mencerminkan Dinamika Pertumbuhan
Anak yang menunjukkan kelainan-kelainan meninjol dalam pergaulan sosialnya, berarti pertumbuhan anak itu normal. Pertumbuhan luar biasa yang dialami oleh anak dapat menyebabkan kelainan dalam menyesuaikan diri dalam pergaulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar