Perkembangan dan pertumbuhan
Pertumbuhan
menunjukkan perubahan atau penambahan secara kuantitas, yaitu penambahan dalam
ukuran besar atau tinggi, sedangkan perkembangan berkenaan dengan meningkatkan
kualitas, yaitu peningkatan dan penyempurnaan fungsi. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa pertumbuhan berkenaan dengan penyempurnaan struktur,
sedangkan perkembangan dengan penyempurnaan fungsi.
1.
Pengertian
Perkembangan
Dalam teori perkembangan terdapat perbedaan didalam
memahami apa yang termasuk dalam perkembangan dan mengenai cara perkembangan
berlangsung. Namun, terdapat beberapa prinsip umum yang didukung hampir semua
ahli, yaitu sebagai berikut.
a.
Manusia
berkembang dalam tingkat yang berbeda.
Dalam kelas anda akan memiliki seluruh bentangan contoh
mengenai tingkat perkembangan yang berbeda. Beberapa siswa akan lebih besar,
terkoordinasi lebih baik, atau lebih dewasa dibanding dengan yang lain.
b.
Perkembangan
relatif runtut
Orang cenderung mengembangkan kemampuan tertentu sebelum
kemampuan yang lain.
c.
Perkembanagn
berjalan secara gradual.
Sangat jarang perubahan terjadi setiap hari. Jadi,
didalam perkembangan manusia membutuhkan waktu, dan perkembangan itu berjalan
relatif sangat lambat dan tidak setiap hari berlangsung.
Van den Daele
mendefinisikan perkembangan berarti perubahan secara kulitatif. Sedangkan menurut Santrock Ussen (1992);
perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada masa
konsepsi dan berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi. Perkembangan juga
dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan dalam diri individu atau
organisme, baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) menuju tingkat
kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secra sistematis, proresif, dan
berkesinambungan. Yang dimaksud dengan sistematis, progresif, berkesinambungan adalah:
·
Sistematis,
artinya perubahan dalam perkembangan saling ketergantungan dan saling
memengaruhi
·
Proresif,
atrinya perubahan yang bersifat maju, meluas, mendalam, meningkat baik secara
kualitatif (fisik) maupun kuantitatif (psikis)
·
Berkesinambungan,
artinya perubahan yang terjadi pada setiap individu terjadi secara berurutan.
Jadi, perkembangan
adalah perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, dari
lahir sampai mati dan tidak dapat diulang kembali. Pada dasarnya, perkembangan
merujuk kepada perubahan sistematik tentang fungsi-fungsi fisik dan psikis.
Secara umum, perkembangan adalah rangkaian perubahan sepanjang rentang
kehidupan yang bersifat progresif, teratur, berkesinambungan, dan akumulatif,
yang menyangkut segi kuantitatif dan kualitatif, sebagai hasil interaksi antara
maturasi dan proses belajar.
2.
Pengertian
Pertumbuhan
Istilan
perkembangan secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat
kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek psikologis. Sementara
itu, menurut chaplin (2000) mengartikan perkembangan sebagai: (1) perubahan
yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, dari lahir sampai mati;
(2) pertumbuhan; (3) perubahan dalam bentuk dan dalam intergrasi dari
bagian-bagian jasmaniah kedalam bagian-bagian fungsional; dan (4) kedewasaan
atau kemunculan pola-pola tingkah laku yang dipelajari. Dapat disimpulkan bahwa
perkembanagan tidaklah terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin besar,
melainkan di dalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung
secara terus-menerus dan bersifat tetap dari fingsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu
menuju keatap kematangan melalui pertumbuhan, pemasakan, dan belajar.
Aspek-Aspek
yang Memengaruhi Pertumbuhan
a.
Anak
Sebagai Keseluruhan
Anak sebagai keseluruhan tumbuh oleh kondisi dan
interaksi dari setiap aspek kepribadian yang ia miliki. Pertumbuhan anak, baik
fisik, intelektual, maupun sosial sangat ditentukan oleh latar belakang
keluarganya, latar belakang pribadinya, dan aktivitas sehari-harinya.
b.
Umur
Mental Anak Memengaruhi Pertumbuhannya
Umur mental anak memengaruhi kapasitas mentalnya.
Kapasitas mental anak menentukan prestasi belajarnya. Hasil penelitian
menunjukkan adanya hubungan yang erat antara prestasi belajar dan pertumbuhan
atau tingkah laku kematangan anak.
c.
Permasalahan
Tingkah Laku Sering Berhubungan dengan Pola-Pola Pertumbuhan
Anak memiliki energi yang diperoleh dari makanan dan
gizi. Energi anak digunakan untuk aktivitas-aktivitas pertumbuhan. Tatkala energi
banyak digunakan untuk aktivitas, maka pertumbuhan anak menjadi lambat dan
bahkan seolah-olah istirahat.
d.
Penyesuaian
Pribadi dan Sosial Mencerminkan Dinamika Pertumbuhan
Anak yang menunjukkan kelainan-kelainan meninjol dalam
pergaulan sosialnya, berarti pertumbuhan anak itu normal. Pertumbuhan luar
biasa yang dialami oleh anak dapat menyebabkan kelainan dalam menyesuaikan diri
dalam pergaulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar