Perbedaan
Individual Peserta Didik
Secara umum, perbedaan individual dibedakan menjadi dua,
yaitu perbedaan secara vertikal dan perbedaan secara horizontal. Perbedaan
secara vertikal adalah perbedaan individu dalam aspek jasmaniah, seperti
bentuk,tinggi, besar, kekuatan dan sebagainya. Perbedaan horizontal adalah
perbedan individu dalam aspek mental, seperti bakat, tingkat kecerdasan, minat
, ingatan, emosi, temprament dan sebagainya. Berikut ini beberapa aspek
perbedaan individual peserta didik tersebut.
a.
Perbedaan
Fisik-Motorik
Perbedaan
individual dalam fisik tidak hanya berbatas pada aspek-aspek yang teramati oleh
pancaindra, seperti bentuk atau tinggi badan, warna kulit, warna mata dan
rambut, jenis kelamin, nada suara atau bau keringat, melainkan juga mencakup
aspek-aspek fisik yang tidak dapat diamati melalui pancaindra. Perbedaan aspek
fisik juga terlihat dari kesehatan peserta didik, seperti kesehatan mata dan
telinga. Dalam hal kesehatan mata misalnya, akan ditemui adanya peserta didik
yang mengalami gangguan penglihatan, seperti rabun jauh, rabun dekat, rabun
malam, buta warna, dan sebagainya. Sedangkan dalam hal kesehatan telinga, akan
ditemui adanya peserta didik yang mengalami penyumbatan pada saluran telinga,
ketegangan pada gendang telinga, terganggunya tulang-tulang pendengaran, dan
seterusnya.
b.
Perbedaan
Intelegensi
Intelegensi adalah
satu kemampuan mental, pikiran atau intelektual dan merupakan bagian dari
proses kognitif pada tingkatan yang lebih tinggi.
c.
Perbedaan
Kecakapan Bahasa
Kemampuan berbahas
adalah kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk
ungkapan kata dalam kalimat yang bermakna, logis dan sistematis. Kemampuan
berbahasa anak didik berbeda-beda, ada yang berbicara dengan lancar, singkat
dan jelas, ada pula yang gagap berbicara, berbelit-belit dan tidak jelas.
Faktor yang mempengaruhi perbedaan kecakapan berbahasa anak, yaitu faktor
kecerdasan, pembawaan, lingkungan fisik, terutama orang bicara, dan sebagainya.
d.
Perbedaan
Psikologis
Perbedaan
psikologis peserta didik juga terlihat dari aspek psikologisnya. Ada anak yang
mudah tersenyum, gampang marah, berjiwa sosial, sangat egoistis, cengeng,
pemalas, rajin dan ada juga anak yang pemurung, dan seterusnya.
Persoalan
psikologis memang sangat kompleks dan sangat sulit dipahami secara tepat,
karena menyangkut apa yang ada didalam jiwa dan perasaan peserta didik. Salah
satu cara yang mungkin dilakukan adalah dengan melakukan pendekatan kepada
peserta didik secara pribadi. Dengan cara ini, mungkin guru dapat menegnal
siapa sebenarnya peserta didik tersebut, keinginan-keinginanya, dan
kebutuhan-kebutuhan yang ingin dicapainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar