Peranan
Kurikulum
Kurikulum
sebagai program pendidikan yang telah direncanakan mengemban peranan yang
sangat penting bagi pendidikan. Apabila dianalisis secara sederhana, paling
tidak terdapat tiga jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat pokok, yaitu:
Peranan Konservatif, Peranan Kreatif, Peranan kritis dan evaluative.
a.
Peranan
Konservatif
Peranan konservatif menekankan bahwa kurikulum dapat
diajadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan niali-nilai warisan budaya masa
lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini kepada anak didik selaku
generasi penerus.
Dengan demikian kurikulum bisa dikatakan konservatif karena
mentransmisikan dan menafsirkan warisan social kepada anak didik atau generasi
muda. Pada hakekatnya, pendidikan itu berfungsi untuk menjembatani antara siswa
selaku peserta didik dengan orang dewasa didalam suatu proses pembudayaan yang
semakin berkembang menjadi lebih kompleks. Dalam hal ini kurikulum menjadi
sangat penting, serta turut membantu dalam proses tersebut.
b. Peranan kreatif
Perkembangan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek lainnya
senantiasa terjadi setiap saat.Kurikulum melakukan kegiatan-kegiatan kreatif
dan konstruktif, dalam arti menekankan bahwa kurikulum harus mampu
mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan
kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang. Kurikulum
harus mengandung hal-hal yang dapat membantu setiap siswa mengembangkan semua
potensi yang ada pada dirinya untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru,
serta cara berpikir baru yang dibutuhkan dalam kehidupannya.
c.
Peranan
Kritis dan Evaluative
Peranan ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa
niali-nilai dan budaya yang hidup dalam masyarakat senantiasa mengalami
perubahan, sehingga pewarisan nilai-nilai dan budaya masa lalu kepada anak
didik perlu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada masa sekarang. Selai
itu perkembangan yang terjadi masa sekarang dan masa mendatang belum tentu
sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Oleh karena itu peranan kurikulum tidak hanya
mewariskan nilai dan budaya yang ada atau menerapkan hasil perkembangan baru
yang terjadi, melainkan juga memiliki peranan untul menilai dan memilih nilai
dan budaya serta pengetahuan baru yang akan diwariskan tersebut. Dalam hal ini
kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam control atau filter social.
Nilai-nilai social yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan tuntunan masa kini
dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan-penyempurnaan.