Rabu, 04 Januari 2017

Aspek dan faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik



Aspek Dan Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Peserta Didik

Setiap individu Hakikatnya akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan non-fisik, yang meliputi aspek-aspek intelek, emosi, sosial, bahasa, bakat khusus, nilai dan moral serta sikap. Berikut ini akan diuraikan pokok-pokok pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain.
1.      Pertumbuhan fisik
Perubahan fisik manusia merupakan proses perubanhan menjadi lebih besar dan lebih panjang dan terjadi sejak anak sebelum lahir hingga dewasa.
a.       Pertumbuhan sebelum lahir
Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat kompleks, karena pada manusia itu merupakan sebuah awal terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusun jaringan syaraf yang membentuk sistem syaraf yang lengkap.
b.      Pertumbuhan setelah lahir
Setiap bagian fisik seseorang atau individu akan terus mengalami perubahan karena pertumbuhan, sehingga masing-masing komponen tubuh akan mencapai tingkat kematangan untuk menjalankan fungsinya. Jaringan otak dan syraf sentral akan tumbuh dengan cepat karena syaraf pusat itu akan menjadi sentral dalam menjalankan fungsi jaringan syaraf di seluruh tubuh manusia.
2.      Perkembangan intelektual
Intelektual merupakan kata lain dari pikir, berkembang sejalan dengan perkembangan syaraf otak, maka kemampuan intelektual yang disebut dengan istilah lain kemampuan berpikir dipengaruhi oleh kematangan otak yang mampu menunjukkan fungsinya secara baik. Diawali dengan kemampuan mengenal, yaitu untuk mengetahuidunia luar, reaksi atau respon terhadap rangsangan dari luar pada awalnya belum terkoordinasikan secara baik, hampir semua konfirmasi yang diberikan bersifat refleks.
Perkembangan lebih lanjut ditumjikkan pada prilakunya untuk menolak dan memilih sesuatu. Perkembangfan ini juga disebut perkembanagn kognitif. Perkembanagn kognitif ini menurut peaget mengikuti tahap-tahap sebagai berikut.
a.       Tahap sensoro motor (0-2 setengah tahun)
Pada masa ini bayi menggunakan reaksi motorik atau rangsangan-rangsangan yang diterima dalam membentuk refleks (refleks mengenyut puting susu ibu, refleks menangis, dan lain-lain).
b.      Tahap Pra-Oprasional (usia 2-7 tahun)
Peserta didik suka meniru prilaku orang lain. Selain itu peserta didik mulai mampu menggunakan kata-kata yang benar dan mengekspresikan kalimat-kalimat pendek secara efektif.
c.       Tahap Oprasional Konkrit (usia 7-11 tahun)
Pada tahap ini, peserta sudah mulai memahami aspek-aspek komulatif materi. Selain itu juga peserta didik sudah mampu berpikir sistematis mengenai benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang konkrit. Dalam tahap ini, anak mulai mengembangkan 3 hal, yaitu:
1)      Identifikasi, mengenali sesuatu
2)      Negasi, mengingkari sesuatu, dan
3)      Reprokasi, mencari hubungan timbal balik antara beberapa hal.
d.      Tahap Oprasional Formal (usia 11-15 tahun)
Pada tahap ini peserta didik telah memiliki kemampuan mengoordinasikan dua ragam kognitif, baik secara simultan (serentak) maupun berurutan. Selain itu peserta didik juga mampu berpikir untuk memecahkan masalah dengan lingkungan yang ia respons dan peserta didik jiga telah mampu mempelajari materi pelajaran yang abstrak, seperti agama, matematika, dan lainnya.
3.      Emosi
Emosi manusia mengandung unsur senang dan tidak senang. Jadi emosi merupaka gejala perasaaan yang disertai dengan perubahan dan prilaku fisik. Seperti marah, yang ditunjukkan dengan teriak dengan suara keras atau tingkah laku yang lain. Begitu pula sebaliknya, seseorang yang gembira, ia melonjak-lonjak sambil tertawa lebar dan sebaliknya.
4.      Sosial
Manusia adalah makhluk sosial yang dalam keadaan tertentu tidak dapat hidup tanpa bantuan dari manusia lain, oleh karena itu mulai dari seorang bayi menjadi seorang anak hingga menjadi orang dewasa akan bertahap mengenal lingkungan yang lebih luas dan akan mengenal banyak manusia dan amat heterogen, namun umumnya setiap anak akan lebih tertarik bergaul dengan teman sebaya yang sama jenis.
5.      Bahasa
Bahasa sebgai alat komunikasi juga dapat diartikan sebahai tanfa gerakan, dan suara untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain dengan demikian dalam berbahasa ada dua bahasa yang terlibat, yaitu pihak penyampai dan pihak penerima.
6.      Bakat khusus
Bakat merupakan kemampuan tertentu yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya dengan rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan akan dapat berkembang dengan baik. Bakat khusus merupakan kemampuan untuk bidang tertentu, seperti dalam bidang seni, olahraga, dan keterampilan.
7.      Sikap, nilai, dan moral
Bloom (woolfolk dan nicolich, 1984) mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses belajar dikelompokkan menjadi tiga sasaran, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Faktor yang memengaruhi individu berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Ada tiga faktor yang memengaruhi perkembangan individu, yaitu faktor hereditas (faktor bawaan anak yang dari orang tuanya), faktor lingkungan (pengalaman dan pendidikan yang diperoleh dari lingkungan), dan faktor gabungan (faktor yang dipengaruhi faktor hereditas dan lingkungan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar