Apa
Saya Layak Jadi Seorang Guru?
Pertanyaan
ini yang selalu muncul di benak saya beberapa hari ini. Terkadang saya merasa
tidak pantas dan tidak layak untuk menjadi seorang guru. Mengapa tidak saya
berpikir demikian, mengingat betapa besarnya tanggun jawab yang harus dipenuhi
untuk mendidik dan mengajarkan sesuatu kepada siswa-siswa. Mengajar memang
tidak ada masalah tapi untuk mendidik itu yang jadi masalah besar bagi saya.
Mungkin sebagian besar dari guru-guru memandang pemikiran
saya ini sangat kolot dan terlalu melebihkan sesuatu yang seharusnya tidak
perlu dipermasalahkan. Terkadang saya sering cerita sama teman-teman sesama
pendidik bagaimana susahnya menjadi seorang pendidik, beberapa dari mereka
hanya mengatakan “Tidak usah dipedulikan siswa-siswa yang nakal dan kurang
pandai karena kalau itu yang Bapak perhatikan, Bapak akan setengah mati dalam
mengajar mereka semua”. Dasar saya yang keras kepala dan selalu mempersulit
diri, bagi saya yang terpenting dalam mengajar adalah melakukan yang terbaik
bagi mereka semua tidak pandang bulu mau yang nakal, bodo,pandai semua saya
ingin perlakukan sama. Akan tetapi terkadang ego saya ini membuat kesulitan
bagi diri saya sendiri.
Dunia pendidikan yang dulu saya pikir adalah tempat untuk
mengabdikan diri dan memberikan segalanya serta tempat yang sangat suci, tempat
para generasi muda menimbah ilmu dan bekal untuk membangun bangsa ini ternyata
masih banyak terdapat kejanggalan dan tindakan-tindakan yang seharusnya tidak
pantas dilakukan bagi seorang pendidik.
Sebuah kata “IDEAL” masih sangat tidak layak untuk diberikan
kepada dunia pendidikan kita. Sebagai seorang pendidik hendaknya kita berpikir
betapa pentingnya misi yang kita embang “Memanusiakan manusia”. Apa yang saya
lihat di kenyataan ternyata berbanding terbalik dengan yang selama ini
ditanamkan pada diri saya. Hati ini menjerit ingin melakukan perubahan tapi apa
daya. Saya hanya seorang pendidik yang tidak punya daya dan kuasa untuk
melakukan perubahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar