Menjaga
Hawa Nafsu
Hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau
kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia, berkaitan secara
langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang. Hawa nafsu merupakan kekuatan
psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens
terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut. Dapat
berupa hawa nafsu untuk pengetahuan, kekuasaan, dan lainnya; namun pada umumnya
dihubungkan dengan hawa nafsu seksual. Jalan keluar paling ampuh untuk menjaga nafsu syahwat adalah dengan
menikah. karena dengan menikah dapat menjaga pandangan dan kemaluan. adapun
jika belum mampu menikah, maka perbanyak berpuasa. karena dengan berpuasa dapat
mencegah nafsu syahwat yang berlebihan. Rosulullah -sholallahu ‘alaihi
wasallam- bersabda :
يا
معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ومن لم
يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء
Artinya
: “Wahai para pemuda. barang siapa yang bisa jima’ maka menikahlah. karena itu
lebih menjaga pandangan dan kemaluan. dan barang siapa yang belum bisa, maka
berpuasalah. karena dengan itu dapat menahan syahwat.” (HR Muslim)
Dalam hadits diatas, Rosulullah -sholallahu ‘alaihi
wasallam- mengkhususnya perintah ini kepada pemuda. karena pemuda lebih besar
gangguan syahwatnya dibanding orang yang sudah tua. Bisa jima’ dan menanggung
hal-hal yang diakibatkannya, seperti memberi nafkah baik berupa makanan atau
pakaian. maka Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- memerintahkannya untuk
segera menikah. Adapun pemuda yang mampu jima’ akan tetapi belum mampu memberi
nafkah, maka diperintahkan untuk berpuasa. karena ketika seseorang berpuasa dia
berusaha menjaga puasanya dari hal-hal yang dapat membatalkan puasanya. dengan
itu, dia akan lebih menjaga syahwatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar