Sabtu, 31 Desember 2016

Sang Sampah Abadi, Styrofoam

Sang Sampah Abadi, Styrofoam
Mengenal Styrofoam, sampai sekarang saya tidak mengetahui bahasa Indonesia dari styrofoam. Beberapa orang mengalih bahasakannya menjadi sterefoam, meskipun sepertinya kata tersebut tetap tidak tertera dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Namun Styrofoam sudah jamak kita temukan dan gunakan. Styrofoam banyak digunakan mulai pada pengemasan barang-barang elektronik hingga sebagai kemasan makanan. Styrofoam (disebut juga polystyrene) umumnya berwarna putih bersih. Bentuknya simpel dan ringan. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styrene ini kerap dijadikan bungkus makanan lantaran mampu mencegah kebocoran dan mampu mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang. Bentuknya yang ringan menjadikan styrofoam mudah dibawa. Makanan yang disimpan di sana juga tetap segar dan utuh. Tidak hanya itu, alasan dipilihnya styrofoam sebagai bahan pembungkus makanan terlebih karena biaya pengemasannya yang murah.
Dengan segala kelebihannya itulah, styrofoam kini menjadi pilihan utama dalam membungkus makanan. Mulai dari restoran cepat saji, pedagang jajanan di pinggir jalan, hingga dalam berbagai acara dan kegiatan, styrofoam sering kali menjadi pilihan. Namun di balik kelebihannya itu, styrofoam ternyata sangat berbahasa bagi kesehatan. Komponen styrofoam (benzen, carsinogen, dan styrene) dapat menimbulkan kerusakan pada sum-sum tulang belakang, menimbulkan anemia dan mengurangi produksi sel darah merah hingga meningkatkan resiko kanker. Komponen ini mudah terlepas saat styrofoam bersentuhan dengan panas, lemak, atau minyak.
Styrofoam Sampah Abadi yang Tidak Terurai. Di samping berbahaya bagi tubuh, styrofoam atau sterefoam pun berbahaya bagi lingkungan. Jika sampah plastic membutuhkan waktu hingga 500-an tahun untuk dapat terurai di dalam tanah, styrofoam justru tidak pernah dapat terurai. Sehingga sebungkus sampah styrofoam di dalam tanah akan tetap pada bentuknya, tidak berubah, apalagi hancur hingga kapanpun, mungkin hingga kiamat tiba.
Dengan jumlah styrofoam yang kita gunakan dalam seharinya, dikalikan jumlah penduduk bumi, dikalikan jumlah hari, dapat kita bayangkan berapa banyak sampah styrofoam yang kemudian akan menumpuk mencemari tanah, air dan laut di bumi. Dengan berbagai kandungan kimia yang terdapat di dalamnya, berapa banyak organisme bumi yang akan menerima dampaknya?. Dengan konsumsi sampah styrofoam kita saat ini, bisa jadi puluhan tahun yang akan datang, bumi berubah menjadi daratan styrofoam.

Saat ini telah ditemukan styrofoam yang disebut Oxodegradable Polystyrene, yang katanya lebih ramah lingkungan. Styrofoam jenis ini telah diberi tambahan bahan oxium sehingga dapat terurai meskipun membutuhkan waktu hingga 4 tahun. Namun yang pasti kita semua meski memahami bahwa kita sebenarnya harus membayar sangat mahal dengan semakin banyaknya timbunan sampah abadi yang tidak akan terurai seiring dengan penggunaan stryofom yang katanya praktis dan murah. Akankah kita mewariskan ‘bumi styrofoam’ pada cucu-cucu kita?.

Mengenal Bahaya Kantung Plastik dan Kresek


Mengenal Bahaya Kantung Plastik dan Kresek
Kemasan Plastik dan keresek atau semacamnya merupakan alat pengemas yang paling banyak dipergunakan karena murah, praktis dan mudah didapat. Tetapi sayangnya  kemasan plastik dan kantung plastik kresek ternyata tidak selalu aman, bahkan berbahaya bagi kesehatan. Beberapa jenis kemasan plastik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan termasuk diantaranya kantung plastik “kresek” berwarna serta kemasan plastik berbahan dasar polistiren dan polivinil klorida (PVC). Juga berbagai kemasan dari plastik lainnya semisal botol plastik bekas minuman dan lainnya yang kita perlu mengenalnya.
Profesi sebagai seorang penjual daun pisang untuk pembungkus untuk hampir seluruh pedagang di pasar tradisional kini gulung tikar. Padahal usahanya ini dulu mampu menghidupi keluarganya. Saat ini penjual daun pisang kalah saing dengan kantung plastik kresek berwarna yang dibuat dari plastik bekas dengan riwayat penggunaannya yang tidak jelas serta melalui proses daur ulang yang tidak terjamin kebersihannya. Bisa saja plastik tersebut berasal dari bekas wadah limbah berbahaya. Bahkan proses daur ulangnyapun menggunakan bahan kimia tertentu yang bisa membahayakan kesehatan.
Meskipun selama ini belum pernah ada pengaduan atau keluhan mengenai gangguan kesehatan akibat penggunaan kantung “kresek” sebagai wadah makanan, namun kita perlu berhati-hati. Kalau mau mewadahi makanan siap santap dengan plastik kresek sebaiknya dilapisi dulu dengan bahan yang aman seperti daun atau kertas. Selain plastik kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan “styrofoam” juga berisiko melepaskan bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan. Monomer styrene yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas bila bereaksi dengan makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol dalam keadaan panas. Meskipun bila residunya kecil tidak berbahaya.
Secara umum, kemasan plastik diberikan label-label sebagai berikut:
  1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) dengan berlabel angka 01 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral. Botol-botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan dipakai untuk menyimpan air hangat apalagi panas.
  2. HDPE (high density polyethylene) berlabel angka 02 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
  3. V atau PVC (polyvinyl chloride) berlabel angka 03 dalam segitiga adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
  4. LDPE (low density polyethylene) berlabel angka 04 dalam segitiga biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan berkode ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang ini bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
  5. PP (polypropylene) berlabel angka 05 dalam segitiga adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik botol ini transparan yang tidak jernih atau berawan.
  6. PS (polystyrene) berlabel angka 06 dalam segitiga biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
  7. Other (biasanya polycarbonate) berlabel angka 07 dalam segitiga bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon.

Kemasan plastik yang paling banyak dan paling aman digunakan adalah yang terbuat dari polyethylene (PE) dan polyprophylene (PP) yang dilabeli terkadang juga dilabeli dengan gambar gelas dan garpu atau ada tulisan `untuk makanan` atau `for food use`. Sayangnya masih banyak barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal. Pemerintah Indonesia sendiri baru berencana untuk mewajibkan produsen kemasan makanan melakukan penandaaan atau memberi label. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak menggunakannya. Atau kembali menggunakan daun pisang sebagai alat pembungkus makanan yang alami dan sehat. Serta tinggalkan kebiasaan menggunakan kantok kresek atau apapun itu yang berasal dari bahan plastik. 

Menikmati Kritik dan Celaan

Menikmati Kritik dan Celaan
Baik buruknya hati seseorang akan tampak jelas pada saat dirinya ditimpa kritik, celaan atau penghinaan orang lain.  Bagi orang yg lemah akal dan imannya, niscaya akan mudah goyah & resah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dgn memboroskan waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan. Mungkin dengan cara  mengorek-ngorek aib lawannya atau mencari dalih dalih untuk membela diri, yg ternyata ujung dari perbuatannya tsb hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan bathin dan kegelisahan. Lain halnya dengan orang yang memiliki kejernihan hati dan ketinggian  akhlak. Ketika datang badai kritik, celaan serta penghinaan seberat  atau sedahsyat apapun, dia tetap tegar tak goyah sedikitpun. Malah ia  menikmatinya karena yakin bahwa semua musibah yang menimpa semata-mata  terjadi dengan seijin Allah SWT.
Allah tahu persis segala aib dan cela hamba-Nya dan Dia berkenan  memberitahunya dengan cara apa saja dan melalui siapa saja yang  dikehendaki-Nya. Terkadang berbentuk nasihat yg halus, adakalanya lewat  obrolan dan guyonan seorang teman, bahkan tak jarang berupa cacian teramat  pedas dan menyakitkan. Ia pun bisa muncul melalui lisan seorang guru, ulama,  orang tua, adik atau siapa saja. Jadi mengapa kita harus merepotkan diri membalas orang-orang yg menjadi  jalan keuntungan bagi kita? padahal seharusnya kita bersyukur dengan  sebesar-besar syukur karena mereka sudi meluangkan waktu memberitahukan segala kejelekan dan aib yang mengancam amal-amal shaleh kita di akhirat kelak. Karenanya, jangan aneh jika kita saksikan orang-orang mulia dan ulama  yang saleh ketika dihina dan dicaci, sama sekali tidak menunjukkan perasaan sakit hati dan keresahan.Sebaliknya mereka bersikap penuh kemuliaan dengan berterima kasih atas pemberitahuan ihwal aib yang justeru tidak sempat terlihat oleh diri sendiri.

Sudah seharusnya kita senantiasa waspada  terhadap pemberitahuan dari Allah yang setiap saat bisa datang dengan  berbagai bentuk. Allah SWT berfirman :”Dan janganlah engkau berduka cita karena perkataan mereka. Sesungguhnya kekuatan itu bagi Allah semuanya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(QS Yunus (10):65). Manusia memang sering lupa bahwa qudrah dan iradah Allah itu berada diatas segalanya, sehingga menjadi sombong dan takabur, seakan-akan dunia dan isinya ini berada dalam genggaman tangannya. Na’udzubillah. Timbulnya keresahan didalam hati, pembelaan diri atau keinginan membalas  menyakiti adalah karena pikiran kita terlampau terfokus pada makhluk. Padahal mereka hanyalah jalan bagi sampainya pemberitahuan Allah kepada  kita. Nah semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat melakukan semua ini karena mau tidak mau kejadian itu akan datang  juga menimpa diri kita suatu saat nanti.

Cara Mendidik Anak yang Dianggap Salah

Cara Mendidik Anak yang Dianggap Salah
Mendidik anak remaja pada era modern saat ini tidaklah mudah. Tentunya kemajuan teknologi dan kebebasan informasi yang mudah untuk diakses membuat anak remaja dapat mencari segala hal yang ingin mereka ketahui. Masa remaja adalah tahap yang berbeda yang menandai transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa sehingga penting untuk diperhatikan oleh setiap orang tua mengenai cara mendidik anak remaja yang sesuai. Kebanyakan orang mengambil pekerjaan mereka sebagai guru sangat serius mengajarkan ilmu-ilmu pendidikan sebagai cara mendidik anak yang baik. Tapi kadang-kadang orang tua bahkan tidak menyadari bahwa jauh lebih penting menanamkan kepada ank-anak mengenai bagaimana mengelola perasaan dan perilaku mereka. Ini adalah dasar dari kecerdasan emosional (IQ), yang akan menentukan kualitas hidup anak remaja jauh lebih mendasar daripada IQ mereka. Pendidikan agama sejak dini juga merupakan salah satu cara mendidik anak yang baik.
Perasaan anak remaja umumnya sangat sensitif, sehingga penting untuk menghargai dan tidak mempermalukan mereka di depan orang lain. Umumnya, mereka akan mengingat dan mempertimbangakan setiap perlakuan orang tua saat mendidik anak remaja. Anak-anak lebih dekat dengan orang tua mereka smelalui masa remaja dan seterusnya. Biarkan mereka melihat anda menunjukkan cinta dan kasih sayang bagi orang-orang dalam kehidupan sebagai salah satu cara mendidik anak remaja. Bicaralah dengan anak tentang betapa anda mencintai dan menghargai mereka.
Terkadang tanpa kita sadari, sikap dan cara mendidik anak yang membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangan mereka. Adapun cara yang dianggap salah dalam mendidik anak, seperti dikutip dari Times of India.
a.      Tidak ada waktu. Sebagai orang tua, anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja di sekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.
b.      Terlalu royal memberi hadiah. Sebaiknya anda tidak terlalu mudah memeberikan anak hadiah, apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai pelajaran mereka baik.
c.       Membanding-bandingkan. Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu sodara, teman atau teman kelas. Kondisi itu akan membuat mereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik anda memberi motovasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.
d.      Terlalu dibebani. Anak juga butuh istirahat dan dicarge. Ibarat batrai kegiatan yang padat setelah di sekolah, seperti les, kursus, dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olagraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.

e.       Terlalu menuntut. Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak ananda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek adalah bukan akhir dari segalanya karena masih ada kesempatan lain. 

Cara Mendidik Anak Remaja yang Baik dan Benar

Cara Mendidik Anak Remaja yang Baik dan Benar
Mendidik anak usia remaja merupakan salah satu fase paling berat yang dihadapi oleh sebagian besar orang tua. Di masa ini, anak-anak cenderung akan berubah sikap menjadi seorang pemberontak, yang suka melawan orang tua dan berpikiran labil karena di usia inilah mereka sedang mencari tahu jati diri mereka yang sebenarnya. Mereka merasa bahwa diri mereka adalah yang paling benar dan merekapun juga memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar terhadap semua hal. Usia remaja biasanya dimulai ketika ank-anak mulai duduk di bangku SMP dan berakhir setelah mereka mulai ,e,asuki tahun akhir di SMA. Anak-anak yang memasuki pubertas atau masa remaja sangatlah rawan dan sangat perlu untuk diawasi agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal yang menyimpang.
Cara mendidik anak yang sedang memasuki usia remaja, hal pertama yang harus kita lakukan adalah pintar-pintar memposisikan diri. Jangan selalu tampakkan posisi anda sebagai orang tua yang berkuasa dan yang harus selalu dipatuhi. Anda harus pintar dan jeli dalam menilai situasi sehingga anda bisa menempatkan diri anda dengan peran yang tepat. Memiliki anak yang shaleh/shalehah, pintar, sopan, berbakti pada orang tua, penurut, dan lain sebagainya merupakan dambaan setiap orang tua, tentunya semua ini tergantung dari didikan orang tua. Karena anak mau jadi apa, besar ketergantungan pada orang tua.
Mendidik anak disaat remaja juga tidak sulit, berikut cara mendidik anak yang baik dan benar.
a.       Ajarilah anak untuk mencintai serta menyayangi dirinya sendiri
b.      Luangkan waktu anda yang berkualitas setiap hari
c.       Jadilah pendengar bagi anak remaja anda yang baik
d.      Seringlah tertawa, sebab kegembiraan itu menular
e.       Berilah penghargaan serata pengakuan
f.       Ajarkan ank sikap disiplin dengan hormat
g.      Berilah ruang bagi puta-putri anda untuk melakukan kesalahan
h.      Tanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta semangat saling membantu
i.        Tanamkan sikap jujur di hati anak sejak dini

Sering sekali banyak permasalah di usia remaja, sebagian besar masalah di sekolah. Nah untuk menanggapi masalah ini jangan terburu-buru mendonrongnya dengan berbagai pertanyaan dan omelan. Hal itu justru akan memicu kemarahan dan ketidaksukaannya pada kehadiran anda. Posisikan diri anda sebagai teman yang bisa dipakai sebagai tempat untuk mencurahkan keluh kesah. Biarkan kepercayaan pada anda tumbuh secara perlahan. Ingatlah, terkadang mereka hanya membutuhkan anda sebagai tempat untuk mendengarkan keluh kesah dan bukan untuk mencari nasihat. Jika ia tidak bertanya, jangan berikan nasihat yang terlalu panjang dan terkesan menghakimi. Berikan pendidikan agama yang kuat sejak mereka kecil agar mereka tidak terjerumus pada kehidupan yang kelam. Cari tahu apakah anka anda mendapatkan pendidikan seks dan narkoba yang cukup di sekolah serta pendidikan tambahan mengenai hal tersebut dengan tepat dirumah agar mereka mereka tidak penasaran atau tergoda untuk mencoba berhubungan seks maupun mencoba narkoba. Jangan mengekang anak remaja anda terlalu ketat. Ketika anda mengikatnya terlalu kencang mereka justru akan semakin mencoba untuk lari dan berontak kepada anda. Sebaiknya, menggunakan metode tarik ulur agar mereka bisa lebih menghargai anda dan berikan batasan-batasan khusus yang membuat nereka bisa merasa bebas, namun tetap terkontrol. 

Cara Memotivasi Siswa yang Enggan Belajar

Cara Memotivasi Siswa yang Enggan Belajar
Proses pendidikan selalu dihadapkan kepada keunikan yang dimiliki siswa yang mengisyaratkan adanya perbedaan individual baik dari sisi kemampuan, motivasi, dan kecepatan belajar. Perbedaan ini merupakan peringatan dini agar guru tidak lagi menganggap siswa sebagai objek, melainkan sebagai subjek. Guru harus mengupayakan berbagai cara agar peserta didik tampil sebagai sosok utuh dan besikap aktif dalam menjalani pembelajaran. Untuk itu, guru perlu mengubah pola pengorganisasian kesempatan belajar dari bersifat didaktif ke arah yang bersifat individual. Artinya, guru perlu menjamin bahwa setiap siswa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan tujuan pembelajarannya, serta memunculkan kesempatan bagi siswa untuk bersikap aktif mencari, memperoleh, dan mengolah perolehan pembelajarannya.
Saat ini banyak sekali masalah terutama dalam proses pembelajaran yang terhambat karena masih ada siswa yang enggan belajar. Keengganan ini tentu saja ada sebab dan akibat yang ditimbulkan. Adapun sebab siswa enggan belajar diantaranya: Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih sehingga fokus siswa sekarang beralih kepada televisi, HP dan lain sebagainya terutama games yang kini sedang banyak digemari siswa. Metode pembelajaran yang kurang menarik sehingga minat siswa kurang dalam belajar.Penggunaan strategi belajar yang kurang tepat juga berpengaruh terhadap minat siswa dalam belajar. Sarana prasarana yang kurang mendukung. Peran orang tua yang kurang membimbing dalam mendukung pembelajaran anak dan lain sebagainya. Sebab tersebut mengakibatkan siswa enggan belajar.
Untuk menghadapi siswa yang enggan belajar, guru maupun kepala sekolah dapat menerapkan cara berikut. Pertama, Susun target jangka pendek yang sesuai dengan kemampuannya. Dengan cara itu, diharapkan siswa dapat segera merasakan sukses, sehingga menimbulkan rasa percaya diri. Kedua, Ajak siswa menuliskan target tersebut dan bantu pencapaiannya. Dengan menuliskan target sendiri, siswa akan selalu teringat dan terdorong untuk mencapainya. Ketiga, sesuaikan situasi belajar dengan minat siswa sehingga terdorong untuk aktif mengerjakannya. Keempat, Hindari kritik, karena kritik bagi siswa semacam itu justru dapat menurunka rasa percaya diri dan meregangkan hubungan hangat antara guru dengan siswa. Kelima, Berikan insentif, jika perlu. Sering kali siswa yang enggan belajar termotivasi jika diberikan hadiah tertentu. Dan keenam, Lakukan konseling hingga dapat diketahui sebab keengganan belajar.

Cara ini merupakan salah satu yang mudah dan tepat untuk di terapkan dalam mengatasi anak yang enggan belajar. Terutama dalam mengatasi anak yang enggan belajar karena kemampuan yang terbatas, kurang percaya diri, minat belajar yang kurang, masalah intern dan masalah lainnya yang menimbulkan siswa enggan belajar.