Cara
Mendidik Anak yang Dianggap Salah
Mendidik anak remaja pada era modern saat ini tidaklah
mudah. Tentunya kemajuan teknologi dan kebebasan informasi yang mudah untuk
diakses membuat anak remaja dapat mencari segala hal yang ingin mereka ketahui.
Masa remaja adalah tahap yang berbeda yang menandai transisi antara masa
kanak-kanak dan dewasa sehingga penting untuk diperhatikan oleh setiap orang
tua mengenai cara mendidik anak remaja yang sesuai. Kebanyakan orang mengambil
pekerjaan mereka sebagai guru sangat serius mengajarkan ilmu-ilmu pendidikan
sebagai cara mendidik anak yang baik. Tapi kadang-kadang orang tua bahkan tidak
menyadari bahwa jauh lebih penting menanamkan kepada ank-anak mengenai
bagaimana mengelola perasaan dan perilaku mereka. Ini adalah dasar dari
kecerdasan emosional (IQ), yang akan menentukan kualitas hidup anak remaja jauh
lebih mendasar daripada IQ mereka. Pendidikan agama sejak dini juga merupakan
salah satu cara mendidik anak yang baik.
Perasaan anak remaja umumnya sangat sensitif, sehingga
penting untuk menghargai dan tidak mempermalukan mereka di depan orang lain.
Umumnya, mereka akan mengingat dan mempertimbangakan setiap perlakuan orang tua
saat mendidik anak remaja. Anak-anak lebih dekat dengan orang tua mereka
smelalui masa remaja dan seterusnya. Biarkan mereka melihat anda menunjukkan
cinta dan kasih sayang bagi orang-orang dalam kehidupan sebagai salah satu cara
mendidik anak remaja. Bicaralah dengan anak tentang betapa anda mencintai dan
menghargai mereka.
Terkadang tanpa kita sadari, sikap dan cara mendidik anak
yang membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak
baik bagi perkembangan mereka. Adapun cara yang dianggap salah dalam mendidik
anak, seperti dikutip dari Times of India.
a. Tidak ada waktu. Sebagai orang tua, anda mungkin tidak
pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan
mereka apa saja di sekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka
punya masalah, akan disampaikan ke anda dan masalah itu bisa cepat
diselesaikan.
b. Terlalu royal memberi hadiah. Sebaiknya anda tidak
terlalu mudah memeberikan anak hadiah, apalagi jika tidak didukung prestasi
yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya
dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai
pelajaran mereka baik.
c. Membanding-bandingkan. Banyak orang tua yang
membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu sodara, teman atau teman
kelas. Kondisi itu akan membuat mereka semakin merasa tidak layak. Anda harus
tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik anda memberi
motovasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.
d. Terlalu dibebani. Anak juga butuh istirahat dan dicarge.
Ibarat batrai kegiatan yang padat setelah di sekolah, seperti les, kursus, dan
lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan
hobi, apakah olagraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.
e. Terlalu menuntut. Ujian adalah saat-saat paling tidak
menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena anda
menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres.
Seharusnya, yakinkan anak ananda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek adalah
bukan akhir dari segalanya karena masih ada kesempatan lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar