Sabtu, 31 Desember 2016

Cara Mendidik Anak yang Dianggap Salah

Cara Mendidik Anak yang Dianggap Salah
Mendidik anak remaja pada era modern saat ini tidaklah mudah. Tentunya kemajuan teknologi dan kebebasan informasi yang mudah untuk diakses membuat anak remaja dapat mencari segala hal yang ingin mereka ketahui. Masa remaja adalah tahap yang berbeda yang menandai transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa sehingga penting untuk diperhatikan oleh setiap orang tua mengenai cara mendidik anak remaja yang sesuai. Kebanyakan orang mengambil pekerjaan mereka sebagai guru sangat serius mengajarkan ilmu-ilmu pendidikan sebagai cara mendidik anak yang baik. Tapi kadang-kadang orang tua bahkan tidak menyadari bahwa jauh lebih penting menanamkan kepada ank-anak mengenai bagaimana mengelola perasaan dan perilaku mereka. Ini adalah dasar dari kecerdasan emosional (IQ), yang akan menentukan kualitas hidup anak remaja jauh lebih mendasar daripada IQ mereka. Pendidikan agama sejak dini juga merupakan salah satu cara mendidik anak yang baik.
Perasaan anak remaja umumnya sangat sensitif, sehingga penting untuk menghargai dan tidak mempermalukan mereka di depan orang lain. Umumnya, mereka akan mengingat dan mempertimbangakan setiap perlakuan orang tua saat mendidik anak remaja. Anak-anak lebih dekat dengan orang tua mereka smelalui masa remaja dan seterusnya. Biarkan mereka melihat anda menunjukkan cinta dan kasih sayang bagi orang-orang dalam kehidupan sebagai salah satu cara mendidik anak remaja. Bicaralah dengan anak tentang betapa anda mencintai dan menghargai mereka.
Terkadang tanpa kita sadari, sikap dan cara mendidik anak yang membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangan mereka. Adapun cara yang dianggap salah dalam mendidik anak, seperti dikutip dari Times of India.
a.      Tidak ada waktu. Sebagai orang tua, anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja di sekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.
b.      Terlalu royal memberi hadiah. Sebaiknya anda tidak terlalu mudah memeberikan anak hadiah, apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai pelajaran mereka baik.
c.       Membanding-bandingkan. Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu sodara, teman atau teman kelas. Kondisi itu akan membuat mereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik anda memberi motovasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.
d.      Terlalu dibebani. Anak juga butuh istirahat dan dicarge. Ibarat batrai kegiatan yang padat setelah di sekolah, seperti les, kursus, dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olagraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.

e.       Terlalu menuntut. Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak ananda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek adalah bukan akhir dari segalanya karena masih ada kesempatan lain. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar