Kamis, 05 Januari 2017

Karakteristik Anak Usia Sekolah Menengah Pertama (SMP)


Karakteristik Anak Usia Sekolah Menengah Pertama (SMP)
          Secara garis besar, aspek-aspek perkembangan meliputi perkembangan fisik-motorik dan otak, perkembangan kognitif, dan perkembangan sosio emosional. Secara umum, karakteristik perkembangan peserta didik dibedakan seperti berikut.
Karakteristik Anak Usia Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Terdapat sejumlah karakteristik yang menonjol pada anak usia sekolah menengah pertama ini, yaitu seperti berikut.
a.        Terjadinya ketidakseimbangan proporsi tinggi dan berat badan.
b.        Mulainya ciri-ciri seks sekunder.
c.         Kecenderungan ambivalensi, antara keinginan menyendiri dengan keinginan bersosialisasi, serta keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua.
d.        Senang membandingkan kaidah-kaidah, nilai-nilai etika antara norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa.
e.        Mulai mempertanyakan secara  kseptik mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan tuhan.
f.          Reaksi dan ekspresi emosi masih labil.
g.        Mulai mengembangkan standar dan harapan terhadap perilaku diri sendiri sesuai dengan dunia sosial.
h.        Kecenderungan minat dan pilahan karier reklatif sudah lebih jelas.

Karakteristik Anak Usia Remaja (SMP/SMA)
Masa remaja (12-20 tahun) merupakan masa peralihan antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan orang dewasa. Masa remaja sering dikenal dengan masa pencarian jati diri. Masa remaja ditandai dengan sejumlah karakteristik penting berikut.
·         Mencapai hubungan yang matang dengan teman sebaya.
·         Dapat menerima dan belajar peran sosial sebagai pria atau wanita dewasa yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.
·         Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
·         Memilih dan mempersiapkan karier di masa depan sesuai dengan minat dan kemampuannya.
·         Mengembangkan sikap positif terhadap pernikahan, hidup berkeluarga dan memiliki anak.
·         Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan sebagai warga negara.
·         Mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial.
·         Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman dalam bertingkah laku.
·         Mengembangkan wawasan keagamaan dan meningkatkan religiusitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar