Peran Guru Sebagai Pengajar
Guru
sebagai pengajar, sejenak adanya kehidupan, sejak itu pula guru telah
melaksanakan pembelajaran, dan memang hal tersebut merupakan tugas dan tunggung
jawabnya yang pertama dan utama. Guru membantu peserta didik yang sedang
berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk
kopetensi, dan memahami materi standar yang dipelajari. Perkembangan teknologi,
khususnya teknologi informasi yang begitu pesat perkembang, harus semua sesaui
dengan perkembangan zaman, teknologi bukan hanya milik anak-anak kota saja,
anak-anak yang tidak tinggal dikotapun harus mampu menguasai dan memahmai ilmu teknologi.
Terkadanga akibat dari teknologi peran guru dapat tergantikan, namun jadikan
tenologi sebagai hal yang positif jadikan teknologi sebagai bahan ajar atau
materi bagi peserta didik dan tugas guru hanya sebagai fasilitator yang
bertugas membimbing dan membina dan memerikan kemudahan belajar.
Peserta
didik dapat belajar dari berbagai sumber seperti televisi, radio, dan film
pembelajaran. Perkembangan ini baik apa bila dimanfaatkan dan digunakan dengan
sebaik mungkian, agar pembelajaran menjadi tidak monoton, peserta didik lebih
merasa nyaman dan menyenangkan dengan media yang menarik perhatian namun bukan
berarti guru tidak memiliki peran, dengan inilah peran guru sangat dibutuhkan
demi mengarahkan mana yang baik dalam sistem pembelajaran. Kegitan belajar
peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kematangan,
hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa
aman, dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Semua hal itu harus terpenuhi
dalam melakukan pembelajaran terutama untuk mengikuri potensi peserta didik
dalam semua kematangan dalam diri peserta didik, berikut kematangan dalam diri
peserta didik:
a) Kematangan
emosional, mencakup aspek:
·
Kemantapan susana
kehidupan emosional
·
Kemantapan suasana
kehidupan bersama dengan orang lain
·
Kemampuan untuk santai,
gembira, dan menyatakan kejengkelan
·
Sikap dan perasaan
terhadapat kemapuan dan kenyataan diri sendiri
b) Kematangan
intelektual, mencakup aspek:
·
Kemampuan mencapai
wawasan diri sendiri
·
Kemampuan memahami orang
lain dan keragamannya
·
Kemampuan mengambil
keputusan
·
Keterbukaan dalam
mengenal lingkungan
c) Kematangan
sosial, mancakup aspek:
·
Keterlibatan dalam partisipasi sosial
·
Kesediaan kerja sama
·
Kemampuan kepemimpinan,
sikap toleransi
·
Keakraban dalam
pergaulan
d) Tanggung
jawab, mencakup aspek:
·
Sikap produktif dalam
mengembangkan diri,
·
Melakukan perencanaan
dan melaksanakannya secara fleksibel,
·
Sikap altruisme,
empati, bersahabat dalam hubungan interpersonal,
·
Kesadaran akan etika
dan hidup jujur,
·
Melihat perilaku dari
segi konsekuensi atas dasar sistem nilai,
·
Kemampuan bertindak
independen
Jika faktor-faktor diatas dipenuhi, maka melalui
pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Sehubungan dengan semua
kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajran dengan baik, guru sebagai orang
yang bertugas menjelaskan sesuatu dengan baik dan benar, dapat menjelaskan hal
yang sulit dipahami menjadi sangat mudah dipahami bagi peserta didik, dan
membuat sesuatu itu dapat dipersentasikan dalam dirnya, bukan hanya sekedang tau,
namun peserta didik dapat memahami dan merealiasikan dalam kehidupannya. Guru dituntut untuk lebih terampil dalam
semua hal terutama keterampilan dalam memecahkan suatu masalah . untuk beberapa
hal yang harus dilakukan oleh guru seperti: membuat ilustrasi, mendeskrifsikan,
menganalis, mensintesis, bertanya, merespon dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar